GRAHAMERDEKA.COM. POSO – Anjungan Danau Poso, Tentena, menjadi saksi pembukaan perhelatan tahunan Festival Danau Poso (FDP) 2026, Kamis (15/10/2026). Mengusung tema “The Power of Culture”, festival ini resmi dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., dengan pesan mendalam tentang pelestarian warisan leluhur, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Dalam pembukaannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa perhelatan FDP tidak boleh sekedar menjadi agenda seremonial yang usai tanpa kesan. Ia mendorong agar setiap elemen kegiatan memberi dampak nyata yang berbekas bagi masyarakat Poso dan Sulawesi Tengah secara berkelanjutan.
“Jangan sampai festival ini selesai tiga hari hilang tanpa bekas. Kita ingin ada nilai mendasar yang diperoleh dari pelaksanaan festival ini,” tegas Anwar Hafid di hadapan para jajaran pejabat kementerian, perwakilan Menteri Pariwisata RI, unsur Forkopimda, serta wisatawan mancanegara yang hadir.
Penyelenggaraan FDP 2026 merangkum tiga fokus strategis untuk pembangunan daerah:
- Reaktualisasi Nilai Budaya dan Toleransi Tema The Power of Culture diterjemahkan bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sebagai manifestasi kasih sayang, kebersamaan, dan rasa saling menghormati di tengah keberagaman etnis dan agama di Sulawesi Tengah. Gubernur bahkan mengusulkan tradisi makan bersama secara massal tanpa sekat jabatan untuk FDP mendatang guna mempererat tali persaudaraan.
- Ekologi dan Pelestarian Lingkungan Gubernur menggarisbawahi pentingnya menjaga ekosistem Danau Poso sebagai sumber kehidupan vital, bukan sekadar objek estetika atau pembangkit listrik. Kesadaran untuk tidak membuang sampah plastik dan merawat kawasan vegetasi sekitar danau menjadi pesan kunci dalam menjaga warisan alam ini.
- Inklusi Ekonomi bagi UMKM Lokal FDP 2026 diproyeksikan menjadi pendorong roda ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mengingat besarnya potensi ekonomi selama perhelatan, pihak Pemprov menyarankan agar durasi festival di masa mendatang dapat diperpanjang guna memberi ruang usaha yang lebih luas.
Gubernur Anwar Hafid turut mengajak wilayah tetangga yang memiliki keterkaitan historis seperti Kabupaten Morowali, Morowali Utara, dan Tojo Una-Una—untuk berkolaborasi aktif menyokong keberlanjutan FDP. Keramahan warga, kebersihan kawasan, dan otentisitas budaya diyakini menjadi kunci utama dalam memikat wisatawan domestik maupun mancanegara.
Melalui semangat persatuan dan kepedulian lingkungan, Festival Danau Poso 2026 diharapkan mampu mengukuhkan Poso sebagai destinasi wisata unggulan yang berdaya saing di kancah nasional maupun internasional.**
Pewarta : Faisal






