GRAHAMERDEKA.COM. PALU – Terobosan masif yang digulirkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sukses mencuri panggung nasional. Program beasiswa andalan Berani Cerdas yang diinisiasi oleh Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. kian menancapkan pengaruhnya setelah sang Gubernur didapuk sebagai keynote speaker utama dalam ajang bergengsi Compass Building Camp (CBC) 2026, Minggu (13/9/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Sulawesi Tengah ini dalam forum nasional yang dihelat oleh ETOS ID ekosistem beasiswa prestisius di bawah naungan GREAT Edunesia Dompet Dhuafa menegaskan bahwa komitmen daerah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa kini menjadi role model inspiratif skala nasional. Di hadapan para tokoh pendidikan dan ratusan mahasiswa pilihan, Anwar Hafid membedah strategi konkret bagaimana investasi sumber daya manusia (SDM) harus dimulai dari pemerataan akses pendidikan tinggi tanpa pandang bulu.
Bukan hanya retorika politik, program Berani Cerdas membuktikan tajinya lewat data yang berbicara. Hingga penghujung 2025, gelombang asa telah menyapa 23.569 penerima manfaat dengan guliran dana fantastis menyentuh lebih dari Rp84 miliar.
Tidak berhenti di situ, gebrakan kian beringas pada 2026 dengan memperluas sayap hingga jenjang S2 dan S3 demi melahirkan para pakar strategis masa depan. Kebijakan ini sekaligus mendobrak batasan lama, memastikan bahwa anak-anak muda Sulawesi Tengah memiliki tiket emas untuk mendaku kursi kepemimpinan di masa depan lewat jalur akademik berstandar tinggi.
Ajang Compass Building Camp 2026 yang mengusung tema besar “Finding Your Direction” menjadi titik temu mahakarya antara kebijakan visioner kepala daerah dengan ekosistem pembinaan pemuda berintegritas. Anwar Hafid berdiri sejajar dengan para pemikir ulung pendidikan nasional, mulai dari Ketua Beastudi Indonesia Bayu C. Winata hingga diaspora global asal Ambon yang kini berkarier di Penn State University, Suhandi Hasan.
Kolaborasi ini mengirimkan sinyal kuat ke seluruh penjuru negeri: Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Anwar Hafid tidak sekadar membangun infrastruktur fisik, melainkan sedang merajut peradaban emas melalui jantung pendidikan. Berani Cerdas kini bukan lagi sekedar program lokal, melainkan sebuah gerakan kebangsaan yang membuktikan bahwa kecerdasan anak daerah adalah kunci utama memenangkan masa depan Indonesia.**
Pewarta : Faisal







