GRAHAMERDEKA.COM. PALU – Rabu (6/5/2026) Langkah besar diambil Panglima Kodam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, dalam mempercepat realisasi program strategis nasional di wilayahnya. Tidak tanggung-tanggung, sosok di balik pemetaan dan data geospasial Kodam, Letkol Ctp Muhammad Sadly, resmi ditunjuk sebagai Koordinator Pencari Lahan untuk pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) dan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP).

Penunjukan Katopdam XXIII/PW ini menandai babak baru dalam integrasi kekuatan teritorial TNI AD dengan penguatan ekonomi kerakyatan. Letkol Sadly, perwira menengah yang dikenal dengan sapaan akrab “Rimba”, kini memikul tanggung jawab besar untuk memastikan setiap jengkal tanah yang akan digunakan memiliki legalitas hukum yang kuat dan kelayakan geografis yang presisi.

Mengapa Topografi? Jawabannya jelas: Akurasi. Pangdam menegaskan bahwa keberhasilan KMP dan Yon TP sangat bergantung pada data awal.
”Akurasi data dan ketepatan pemilihan lokasi adalah faktor kunci. Peran Topdam sangat menentukan agar program ini berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tegas Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar.
Letkol Sadly dinilai sebagai figur yang tepat karena rekam jejaknya yang mumpuni dalam identifikasi dan analisis kelayakan lahan. Perwira asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, ini membawa pengalaman panjangnya dalam survei medan dan data geospasial untuk mendukung operasi militer ke dalam ranah pembangunan teritorial.
Alumni SMA Negeri 1 Bulukumba ini kini menjadi jembatan antara kebutuhan militer dan kepentingan daerah. Tugasnya tidak hanya sekedar memetakan, tetapi juga melakukan:
- Inventarisasi Lahan Potensial: Mencari lokasi strategis yang mendukung operasional Batalyon TP.
- Verifikasi Lapangan: Memastikan kondisi fisik lahan sesuai dengan kebutuhan teknis pembangunan.
- Koordinasi Lintas Sektor: Menjalin sinergi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di seluruh wilayah Kodam XXIII/PW.

Fokus utama dari percepatan ini adalah kehadiran Koperasi Merah Putih (KMP). Melalui tangan dingin Letkol Sadly dalam menyiapkan lahan yang tepat, diharapkan KMP segera berdiri untuk menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di Sulawesi Tengah dan sekitarnya.
Langkah strategis ini membuktikan bahwa Kodam XXIII/PW tidak hanya fokus pada pertahanan, tetapi juga menjadi akselerator kesejahteraan rakyat melalui pendekatan teritorial yang terencana dan modern.***
Pewarta : Faisal







