GRAHAMERDEKA.COM. PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan tenaga kesehatan (nakes) non-ASN di Kabupaten Tolitoli yang belum menerima honor menjelang Idulfitri. Pemprov menegaskan bahwa urusan pengupahan nakes di tingkat kabupaten/kota sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemerintah daerah (Pemda) setempat.
Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes, menjelaskan bahwa nakes non-PTT yang bertugas di Puskesmas maupun RSUD milik kabupaten/kota secara administratif dan finansial berada di bawah naungan pemerintah kabupaten atau kota terkait.
”Pembayaran honor nakes non-ASN di fasilitas kesehatan milik kabupaten/kota dibebankan pada APBD kabupaten/kota. Hal ini sudah diatur dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) di dinas terkait,” ujar dr. Reny di Palu, Minggu (15/3-2026).
Lebih lanjut, mantan Wakil Wali Kota Palu ini merinci bahwa bagi fasilitas kesehatan yang sudah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), terdapat mekanisme mandiri dalam pengupahan.
”Apabila Puskesmas berstatus BLUD, maka honor nakes non-ASN dapat dibiayai melalui jasa pelayanan atau pendapatan internal BLUD, sesuai dengan peraturan bupati/wali kota atau keputusan direktur,” tambahnya.
Sebaliknya, Pemerintah Provinsi hanya bertanggung jawab atas honorarium nakes non-ASN yang bekerja di instansi milik provinsi, seperti RSUD Provinsi.
Meski secara struktural merupakan kewenangan daerah, dr. Reny menekankan bahwa Pemprov Sulteng tidak akan tinggal diam. Pihaknya akan tetap melakukan langkah koordinasi untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terganggu, sejalan dengan program unggulan “Berani Sehat”.
”Terkait honor nakes non-PTT ini, kami akan melakukan koordinasi dan pengecekan langsung dengan pemerintah kabupaten yang bersangkutan,” tegasnya.
Pihak Pemprov juga menyampaikan apresiasi kepada media dan masyarakat yang telah memberikan kritik serta masukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan dan pelayanan publik di Sulawesi Tengah.
Pewarta: Faisal







