GRAHAMERDEKA.COM. PALU – Menjelang perhelatan religius akbar di Sulawesi Tengah, sosok Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., kembali mencuri perhatian publik. Kehadiran dan dukungan penuh sang Jenderal dalam penyelenggaraan Haul ke-58 Guru Besar KH. Idrus Al Jufri (Guru Tua) menjadi simbol kuat kemanunggalan Polri dengan pilar agama di Indonesia.
Acara yang dipusatkan di Kompleks Alkhairaat, Kota Palu, pada Rabu (1/4-2026) ini bukan sekedar seremoni doa bersama. Bagi banyak pihak, ini adalah manifestasi nyata dari profil Jenderal yang akrab disapa “Arjuna” tersebut dalam merajut silaturahmi yang tak terputus dengan para habaib, ulama, dan santri.
Komitmen Kapolri ini kian bergema berkat dukungan masif dari lini informasi. Setidaknya 18 Media Humas Polri di bawah arahan Agus Flores, Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW-FRN) Counter Polri, bergerak serentak mengawal pemberitaan kegiatan ini.

Langkah strategis ini diambil untuk memastikan pesan kedamaian dari Haul Guru Tua tersampaikan ke seluruh pelosok negeri. Hal ini sekaligus mempertegas bahwa di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit, Polri menempatkan tokoh agama sebagai mitra strategis dalam menjaga kondusivitas dan kesejukan berbangsa.
Ketulusan Jenderal Listyo Sigit dalam menghormati warisan dakwah para ulama besar seperti sosok Guru Tua menegaskan sisi humanis dan religius dari institusi Polri.
”Ini adalah bukti otentik bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat santri dan pengayom umat,” ungkap narasi yang berkembang di tengah persiapan acara.
Diharapkan, melalui momentum Haul ke-58 ini, nilai-nilai kebangsaan dan sinergi antara aparat penegak hukum dengan elemen religius dapat terus diperkuat demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan harmonis.
Pewarta : Faisal







