GRAHAMERDEKA.COM. MAGELANG – (03/-2026) Di balik kemegahan ribuan batu andesit yang tersusun rapi, tersimpan filosofi mendalam tentang perjalanan hidup manusia. Hal itulah yang tampak dirasakan oleh Faisal Kosman. saat mengunjungi Candi Borobudur, monumen Buddhis terbesar di dunia yang terletak di Magelang, Jawa Tengah.

​Berdiri tegap di pelataran stupa, Faisal Kosman, tampak menikmati atmosfer spiritual dan arsitektur adiluhung peninggalan Dinasti Syailendra tersebut. Mengenakan busana kasual yang nyaman, ia berpose dengan latar belakang stupa utama dan stupa berlubang yang menjadi ikon kebanggaan Indonesia di mata internasional.

​Bagi Faisal, kunjungan ini bukan sekedar wisata biasa. Berada di tingkat tertinggi candi yang dalam filosofi Buddha melambangkan Arupadhatu atau ranah tak berwujud, menjadi momen refleksi diri di tengah kesibukan aktivitas profesionalnya sebagai seorang hukum.

​”Borobudur bukan hanya tumpukan batu, tapi bukti nyata kecerdasan dan kesabaran leluhur kita dalam membangun peradaban,” ungkapnya dalam nuansa kunjungan tersebut.

​Candi Borobudur terus menjadi daya tarik bagi tokoh masyarakat dan profesional untuk melepaskan penat sekaligus belajar sejarah. Dengan latar langit yang syahdu, dokumentasi perjalanan Faisal Kosman. ini menggambarkan harmoni antara sosok modern dengan nilai-nilai sejarah yang kekal.

​Perjalanan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas untuk terus mencintai dan menjaga kelestarian situs warisan dunia UNESCO yang ada di tanah air.

(Red)

 

.