GRAHAMERDEKA.COM. PALU – Di balik dinamika pergerakan dan pembelaan hak-hak rakyat di Sulawesi Tengah, terdapat sosok-sosok “Aktor Intelektual” yang bekerja dalam senyap namun berdampak nyata. Hal ini terekam dalam momen hangat buka puasa bersama (Bukber) yang digelar di Foodie Cafe & Resto Palu baru-baru ini, Sabtu (7/3-2026)
Acara yang berlangsung santai namun sarat makna ini mempertemukan Moh Raslin Chily bersama jajaran LBH Sulteng, termasuk Khasogi Hamonangan, Joshua Nugraha, dan Roby Nahar. Pertemuan ini bukan sekedar ajang silaturahmi Ramadan biasa, melainkan menjadi ruang diskusi bagi para pejuang keadilan di Bumi Tadulako.
Dalam unggahannya, Raslin menekankan bahwa esensi dari sebuah pergerakan bukanlah soal mencari panggung atau menjadi yang terbaik di mata manusia, melainkan tentang konsistensi dalam berbuat baik secara tulus.
”Tak perlu lebih hebat dari orang lain, hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi tentang siapa yang berbuat baik dan tidak pura-pura baik,” tulis Raslin dalam pesan yang menyentuh hati banyak aktivis dan praktisi hukum di Sulteng.
Kehadiran tokoh-tokoh dari LBH Sulteng dalam lingkaran ini menegaskan komitmen kolektif untuk terus mengawal isu-isu kerakyatan. Sebagai lembaga yang fokus pada bantuan hukum, sinergi dengan para aktivis pergerakan seperti Raslin Chily menjadi kunci utama dalam memastikan suara masyarakat kecil tetap terdengar di jalur formal maupun sosial.
Suasana Bukber yang akrab tersebut memperlihatkan sisi humanis dari para pembela rakyat. Di tengah kesibukan menangani berbagai kasus dan pendampingan, momen jeda seperti ini menjadi energi tambahan untuk terus melangkah demi keadilan yang lebih baik di Sulawesi Tengah.
Pewarta : Faisal







