GRAHAMERDEKA.COM. PALU – Simpang siur mengenai jumlah perusahaan tambang Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) atau Galian C di Sulawesi Tengah yang telah mengantongi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) akhirnya terang benderang.

​Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah meluruskan informasi yang beredar. Bukan hanya tiga, melainkan sudah ada 7 perusahaan yang resmi mendapatkan persetujuan RKAB untuk status Operasi Produksi (OP).

​Kepala Dinas ESDM Sulteng, Drs. Arfan, M.Si, melalui Kepala Bidang Mineral dan Batubara (Kabid Minerba), Sultanisah, mengungkapkan bahwa dari total 292 Izin Usaha Pertambangan (IUP) berstatus OP yang ada di Sulteng, tidak semuanya taat administratif dalam mengajukan rencana kerja.

​”Tercatat hanya 136 perusahaan MBLB atau Galian C berstatus OP yang mengajukan RKAB. Dari jumlah tersebut, 21 perusahaan saat ini sedang dalam proses (evaluasi), dan 7 perusahaan sudah resmi mendapatkan RKAB,” jelas Sultanisah via pesan WhatsApp, Senin (17/5/2026).

​Dari 7 perusahaan yang telah mengantongi lampu hijau tersebut, wilayah operasionalnya tersebar di tiga kabupaten strategis, yaitu Donggala, Morowali, dan Morowali Utara. Berikut daftar lengkapnya:

​Kabupaten Donggala (3 Perusahaan :

  1. ​PT. Rezki Utama Jaya
  2. ​PT. Pasi Wita Aksata
  3. ​PT. Khatulistiwa Mineral and Mining

​Kabupaten Morowali (2 Perusahaan):

4. PT. Jasatama Mandiri Sukses

5. CV. Indologo Sejahtera

​Kabupaten Morowali Utara (2 Perusahaan):

6. PT. Bosowa Tambang Indonesia

7. PT. Sinar Mutiara Megalithindo

​Langkah ini menegaskan komitmen Dinas ESDM Sulteng dalam menata kelola administrasi dan aktivitas pertambangan di wilayahnya agar berjalan sesuai koridor hukum. Sultanisah kembali menegaskan dan meluruskan kekeliruan data yang sempat beredar di publik.

​”Jadi bukan 3 perusahaan tambang yang sudah mengantongi RKAB, tapi ada 7,” pungkas Sultanisah, melansir informasi dari media partner Gubernur Berani.

​Dengan adanya keterbukaan informasi ini, diharapkan iklim investasi dan pengawasan sektor pertambangan Galian C di Sulawesi Tengah semakin transparan dan akuntabel. (Red)

  1. Pewarta : Faisal