GRAHAMERDEKA.COM. PALU – Gelombang protes besar melanda Kota Palu pada Rabu, 8 April 2026. Ratusan massa yang tergabung dalam berbagai elemen sipil, mulai dari aktivis hukum hingga serikat tani, turun ke jalan dalam aksi damai bertajuk “Aksi Tolak BUMN Karya Masuk Palu.”

​Aksi yang dikoordinatori oleh Moh. Raslin ini menyasar Kantor Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS III) sebagai titik utama tuntutan. Massa menilai kehadiran proyek-proyek yang dikerjakan oleh BUMN Karya di wilayah Sulawesi Tengah justru mematikan ekosistem pengusaha lokal dan sarat akan praktik nepotisme.

​Poin Utama Tuntutan Massa:

​Berdasarkan surat pemberitahuan dari Serikat Pekerja Hukum Progresif (SPHP), terdapat enam tuntutan krusial yang disuarakan, di antaranya:

  • ​Stop Proyek “Titipan”: Massa menuding proyek-proyek APBN di Sulteng merupakan proyek titipan yang penuh dengan konflik kepentingan.
  • ​Selamatkan Pengusaha Lokal: Kehadiran BUMN Karya dianggap merusak lingkungan bisnis pengusaha lokal demi kepentingan petinggi atau Komisaris Utama perusahaan plat merah tersebut.
  • ​Tanah Kaili Bukan Aset Konflik: Orator di atas mobil komando menegaskan bahwa Tanah Kaili tidak boleh dijadikan ajang “kongkalikong” oleh pejabat pusat, termasuk menyentil nama Wamen PU dan Sekdir Prasarana Strategis.

​Kekuatan aksi ini terbilang solid karena didukung oleh koalisi besar, meliputi:

  1. ​Serikat Pekerja Hukum Progresif (SPHP)
  2. ​LBH Sulteng & LBH Rakyat
  3. ​Serikat Tani Sigi
  4. ​Serikat Perempuan Indonesia
  5. ​Forum Pemuda Kali (FPK) Sulteng

​Dalam orasinya, Moh. Raslin menegaskan bahwa ini barulah permulaan. Jika tuntutan mereka di daerah tidak didengar, aliansi ini berencana membawa gelombang massa yang lebih besar ke ibu kota.

​“Nantikan aksi dahsyat kami di Kementerian PU dan KPK minggu depan di Jakarta,” tulis pesan singkat yang tersebar dalam dokumentasi aksi tersebut.

 

​Hingga berita ini diturunkan, massa masih menjaga ketertiban di sekitar Jalan Abd. Rahman Saleh, menunggu respons resmi dari pihak BWSS III dan Satuan Kerja Prasarana Strategis Sulteng.

Pewarta : Faisal