GRAHAMERDEKA.COM. JAKARTA – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah (Kajati Sulteng), Nuzul Rahmat R, S.H., M.H., menghadiri Rapat Kerja (Raker) perdana di tahun 2026 bersama Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II Paripurna, Jakarta, Selasa (20/1-2025). Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi Kejaksaan RI untuk mempertanggungjawabkan kinerja tahun lalu sekaligus memaparkan peta jalan penegakan hukum setahun ke depan.

​Rapat yang dipimpin langsung oleh Jaksa Agung Republik Indonesia ini turut dihadiri oleh jajaran Jaksa Agung Muda serta seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi dari berbagai provinsi di Indonesia. Kehadiran para pimpinan korps Adhyaksa secara tatap muka ini menegaskan pentingnya agenda yang dibahas, yakni evaluasi mendalam atas capaian Tahun Anggaran 2025 dan pemantapan Rencana Kerja Tahun Anggaran 2026.

​Kegiatan yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB ini bukan sekadar seremoni formal. Sebagai mitra kerja, Komisi III DPR RI menjalankan fungsi pengawasannya untuk memastikan bahwa institusi Kejaksaan tetap berjalan di koridor profesionalisme dan integritas.

​Kajati Sulteng, Nuzul Rahmat, hadir dengan membawa data komprehensif terkait capaian kinerja di wilayah Sulawesi Tengah. Kehadiran ini merupakan bentuk komitmen nyata Kejati Sulteng dalam mendukung transparansi publik.

​”Forum ini diharapkan dapat menjadi sarana penguatan sinergi antara Kejaksaan dan legislatif dalam mewujudkan penegakan hukum yang berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tulis pernyataan resmi tersebut.

​Agenda rapat kali ini menyoroti bagaimana Kejaksaan merespons tantangan hukum di daerah, termasuk dalam mendukung agenda reformasi penegakan hukum nasional. Dengan data yang kuat dan evaluasi yang transparan, Kejati Sulteng optimis dapat meningkatkan performa institusi di tahun 2026, selaras dengan arah kebijakan pusat.

​Keikutsertaan aktif ini sekaligus mencerminkan bahwa Sulawesi Tengah menjadi bagian integral dalam upaya nasional menciptakan sistem peradilan yang akuntabel dan bersih, demi kepercayaan masyarakat terhadap hukum di Indonesia.

(Faisal)