GRAHAMERDEKA.COM. PALU – Kamis ( 1 JANUARI 2026) Ketika fajar pertama di tahun 2026 menyentuh ufuk Bumi Tadulako, sebuah narasi baru mulai digoreskan oleh para penjaga nalar publik. Di ambang gerbang waktu ini, Forum Wartawan Kejaksaan Tinggi (FORWAKA) Sulawesi Tengah, kembali meneguhkan janji setianya, menjadi mata bagi kebenaran dan suara bagi keadilan yang tak kunjung padam.

​Momentum pergantian tahun ini bukan sekedar pergantian angka di kalender, melainkan sebuah simfoni persatuan bagi insan pers. Meski tumbuh dari berbagai ragam organisasi profesi dan bernaung di bawah bendera media yang berbeda-beda, para jurnalis yang tergabung dalam FORWAKA menyadari satu hakekat tunggal bahwa di hadapan kebenaran, mereka adalah satu nafas yang tak terpisahkan.

​Beda warna Satu Hakekat Perjuangan, Keberagaman latar belakang organisasi jurnalis di dalam FORWAKA, justru menjadi kekuatan yang menghidupkan. Di tengah riuhnya arus informasi, semangat kekompakan menjadi kompas yang menuntun para kuli tinta ini untuk tidak terjebak dalam kepentingan sempit.

Pesan moral yang diusung di tahun 2026 ini sangat jelas, bahwa profesionalisme jurnalisme di Sulawesi Tengah berdiri di atas pondasi solidaritas yang utuh.

​”Kita mungkin berasal dari rumah yang berbeda, namun di gedung Kejaksaan Tinggi ini, kita adalah satu kesatuan kontrol sosial. Kekompakan adalah harga mati untuk menjaga marwah profesi tetap suci,” demikian semangat yang mengkristal di antara para anggota forum dalam menyongsong tahun baru.

​Menjaga Eksistensi mengawal Transparansi, Memasuki tahun 2026, FORWAKA Kejati Sulteng berkomitmen untuk tetap eksis sebagai mitra strategis yang kritis. Sebagai kontrol sosial, Forwaka tak akan lelah mengawal setiap jengkal kasus hukum, memastikan setiap butir kebijakan berpihak pada rasa keadilan masyarakat.

​Penyajian berita bukan lagi sekedar susunan fakta yang kering, melainkan dirajut secara edukatif dan bermakna. Tujuannya satu, agar masyarakat tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga teredukasi dan memahami dinamika penegakan hukum di daerahnya secara jernih dan transparan.

​Menyongsong Masa Depan dengan Saf yang Rapat, Tahun 2026 adalah tantangan sekaligus peluang. Dengan saf yang kian rapat, FORWAKA optimis dapat menangkal badai disinformasi. Pena para wartawan di Sulteng diharapkan menjadi oase di tengah gurun kebohongan, menari dengan puitis dalam mengungkap kebenaran, namun tetap tajam dalam menjalankan fungsinya sebagai pengawas kekuasaan.

​Selamat datang 2026. Mari kita lalui tahun ini dengan satu irama kekompakan. Sebab, meski kita membawa seribu bendera media yang berbeda, hakekat perjuangan kita tetaplah satu, mengabdi pada Kebenaran demi Keadilan di Sulawesi Tengah.

(FAISAL)