GRAHAMERDEKA.COM. PALU – Pengurus Besar Persaudaraan Indonesia Berdzikir (PB-PIB) mengeluarkan instruksi dan himbauan resmi kepada seluruh jajaran pengurus wilayah, daerah, cabang, pimpinan majelis taklim, imam masjid, serta masyarakat luas di Provinsi Sulawesi Tengah untuk bersama-sama melaksanakan dzikir dan doa memohon turunnya hujan.

​Himbauan tersebut tertuang dalam surat resmi bernomor 014/PB-PIB/IX/2026 yang diterbitkan di Palu pada hari Jum’at, 04 September 2026. Surat ini ditujukan secara khusus kepada Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persaudaraan Indonesia Berdzikir se-Sulawesi Tengah, pimpinan majelis taklim, imam-imam masjid, serta seluruh pribadi yang sholeh dan sholehah.

​Surat edaran tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PB-PIB, Dr. Buya H. Muhammad J. Wartabone, M.Hi., MM, bersama Sekretaris Bidang Dakwah, Minarni, S.Pd., Gr.

​Kondisi Alam Memprihatinkan dan Dampak El Niño

​Dalam isi himbauannya, PB-PIB menyoroti keadaan alam yang dirasa semakin memprihatinkan akhir-akhir ini. Cuaca yang terasa sangat panas, musim kemarau yang berlangsung berkepanjangan, serta belum turunnya hujan menimbulkan kekhawatiran tersendiri di tengah masyarakat, khususnya para petani dan warga yang sangat bergantung pada ketersediaan air bersih.

​Secara ilmiah, kondisi ini berkaitan erat dengan fenomena El Niño yang saat ini berada pada intensitas yang sangat kuat, sehingga berpotensi besar menyebabkan berkurangnya curah hujan serta meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia. Sebagai umat beriman, PB-PIB mengajak masyarakat untuk menyeimbangkan ikhtiar lahiriah dengan memperbanyak ikhtiar batiniah, yakni mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa, istighfar, shalawat, dan dzikir.

​Mengetuk Pintu Langit Melalui Istighfar

​Sebagai landasan spiritual, PB-PIB mengutip firman Allah SWT dalam QS. Nūh ayat 10–12:

​“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.”

 

​Selain itu, PB-PIB mengingatkan kembali kisah masyhur dari Imam Hasan al-Bashri yang dinukil oleh Imam al-Qurthubi dalam kitab Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an. Ketika berbagai persoalan diadukan kepadanya—mulai dari kemarau panjang, kemiskinan, hingga harapan memperoleh keturunan—beliau senantiasa memberikan satu jawaban kunci: “Perbanyaklah istighfar.” Kisah ini mengajarkan bahwa istighfar bukan sekadar ucapan lisan, melainkan bentuk pengakuan atas kelemahan diri, penyesalan atas dosa, serta jalan utama untuk kembali kepada Allah SWT.

​Panduan Amalan “Dzikir Meminta Hujan”

​Bagi masyarakat yang belum memiliki amalan dzikir tertentu, PB-PIB melampirkan panduan bacaan dzikir yang dapat diamalkan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, serta memohon keberkahan bagi negeri. Rangkaian amalan tersebut meliputi:

1. ​Istighfar dan Taubat Membaca Astaghfirullahal ‘azhiim serta memperbanyak bacaan istighfar khusus seperti: ​“Astaghfirullahalladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaih” dan Sayyidul Istighfar.

​“Astaghfirullahalladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaih” dan Sayyidul Istighfar.​

2. Kalimat Tauhid dan Tawassul Melantunkan kalimat tahlil serta doa tawassul kepada Rasulullah SAW dengan diiringi permohonan hajat di dalam hati: ​“Yaa mawlaanaa yaa mujiib, yaa haadhiran laa yaghiib, tawassulnaa ilaika bil habiib, taqdhii haajatinaa qoriib”.

​“Yaa mawlaanaa yaa mujiib, yaa haadhiran laa yaghiib, tawassulnaa ilaika bil habiib, taqdhii haajatinaa qoriib”.

3. ​Doa Khusus Memohon Hujan (Al-Istisqa’) Membaca doa permohonan hujan agar segera diturunkan rahmat tanpa mendatangkan bencana: ​“Allahummasqinaa ghaitsam mughiitsam marii-an murii’an, naafi’an ghaira dharrin ‘aajilan ghaira aajil” (Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda).

​“Allahummasqinaa ghaitsam mughiitsam marii-an murii’an, naafi’an ghaira dharrin ‘aajilan ghaira aajil”

(Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda).

 

​Melalui seruan ini, Pengurus Besar Persaudaraan Indonesia Berdzikir berharap agar bumi Sulawesi Tengah segera disejukkan kembali, sumber-sumber air kembali terisi, serta rahmat dan keselamatan senantiasa tercurah bagi seluruh umat manusia.

Editor : Faisal