GRAHAMERDEKA.COM. PALU, SULAWESI TENGAH – Sanad keilmuan dan ketokohan spiritual Buya Muhammad J. Wartabone (Buya MJW) berakar dari disiplin ilmu yang ditempuhnya di Pondok Pesantren Daruttauhid Malang, Jawa Timur, kurun waktu 1992–1998 di bawah bimbingan langsung pendirinya, Syekh Abdullah bin Awadh Abdun. Di institusi inilah fondasi kecintaan beliau terhadap tradisi ulama Nusantara dan Timur Tengah mulai tertanam kokoh.
Dalam pengarahannya, Syekh Abdullah bin Awadh Abdun pernah mengarahkan Buya MJW untuk memperdalam ilmu spiritual kepada Al-Habib Muhammad bin Abdul Qadir Al-Habsyi (Habib Cikampek). Dari sinilah rutinitas ilmiah dan spiritual terbentuk setiap Jumat pagi. Di bawah bimbingan Habib Cikampek, beliau mengkaji secara mendalam berbagai wirid dan dzikir utama, meliputi Wirid Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Wirdul Awliya, hingga esensi tasawuf melalui kitab klasik Qawa’id at-Tasawuf karya Imam Zarruq.
Jaringan keilmuan yang bermuara pada diri Buya MJW merupakan mata rantai emas (isnad) dari para ulama besar Nusantara dan dunia Islam, mulai dari Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri (Guru Tua), Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih, Al-Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid (Habib Sholeh Tanggul), hingga As-Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki. Seluruh khazanah amaliah ini kemudian diabadikan sebagai bagian dari ruh perjuangan Persaudaraan Indonesia Berdzikir (PIB).
Bagi Buya MJW, perjalanan spiritual ini melampaui batas-batas transmisi pengetahuan tekstual; ia adalah sebuah rekonstruksi kesadaran sejarah dan manifestasi cinta kepada para pewaris para nabi. Pandangan luhur ini terefleksikan dalam ungkapan hikmah beliau:
مُحَمَّد ج وَارْتَابُونِي، بُوْيَا م. ج. و.: التَّعَرُّفُ عَلَى التَّارِيخِ وَتَجْرِبَةُ حُبِّ الْعُلَمَاءِ كَطَرِيقَةٍ لِطَاعَةِ اللَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى مِنْ خِلَالِ حُبِّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
(Mengenal sejarah dan menghayati kecintaan kepada para ulama sebagai salah satu jalan untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.)
Sebagai manifestasi nyata dari penghormatan terhadap mata rantai sanad tersebut, momentum Safari Dzikir Akbar diinisiasi sebagai ikhtiar spiritual untuk mengenang keteladanan para ulama besar Sulawesi Tengah.
Melalui ruang khidmat ini, Buya Muhammad J. Wartabone menyampaikan seruan terbuka kepada para imam masjid, tokoh masyarakat, pimpinan majelis taklim, serta seluruh kaum muslimin dan muslimat untuk bersama-sama hadir dalam agenda agung yang akan dihelat pada:
Hari/Tanggal: Ahad, 18 Oktober 2026
Waktu: Pukul 15.00 WITA
Tempat: Pelataran Makam Guru Tua Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah.
Editor : Faisal







