GRAHAMERDEKA.COM. PALU – Menumbuhkan kecintaan kepada para ulama dan kekasih Allah adalah salah satu jalan utama untuk mendekatkan diri kepada Sang Khaliq. Semangat inilah yang terus disuarakan oleh tokoh kharismatik Sulawesi Tengah, Dr. Buya H. Muhammad J. Wartabone, M.HI., M.M. (yang kerap disapa Buya MJW), selaku Ketua Umum Persaudaraan Indonesia Berdzikir (PB PIB).
Dalam berbagai kesempatan, Buya MJW kerap mengingatkan pentingnya merawat sejarah perjuangan Islam dan meneladani para pewaris para nabi. Perjalanan dakwah di Tanah Kaili, Sulawesi Tengah, tidak bisa dilepaskan dari lembaran emas sejarah masuk dan berkembangnya ajaran Islam yang dibawa oleh ulama besar Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau yang lebih dikenal luas sebagai Guru Tua.
Napak Tilas Perjalanan Guru Tua di Tanah Kaili
Sejarah mencatat dengan tinta emas bagaimana Guru Tua menginjakkan kakinya di Tanah Kaili, Palu, Sulawesi Tengah, pada tahun 1929. Kedatangan beliau bukan sekedar singgah, melainkan membawa misi besar untuk mencerahkan umat melalui ilmu dan tauhid.
Berkat ketulusan, ketekunan, dan kecintaannya yang mendalam kepada Rasulullah SAW serta umat, Guru Tua kemudian mendirikan lembaga pendidikan Islam Alkhairaat pada tahun 1930. Dari rahim Alkhairaat inilah lahir ribuan ulama, pendidik, dan kader-kader bangsa yang menyebarkan cahaya Islam di kawasan timur Indonesia hingga hari ini.
Melanjutkan estafet kecintaan terhadap para anbiya dan ulama, Buya MJW terus menggerakkan hati umat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amalan-amalan dzikir, sholawat, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Semangat ini pula yang mewarnai agenda syiar Islam di tengah masyarakat, salah satunya melalui kegiatan akbar “Safari Dzikir Akbar” yang diinisiasi oleh Forum Berhimpun Majelis Ta’lim Sholawat Simtudduror (FBMTSS) Sulawesi Tengah bersama Dewan Pimpinan Wilayah Persaudaraan Indonesia Berdzikir (DPW PIB) Sulawesi Tengah.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 18 Oktober 2026 pukul 15.00 WITA (selepas Shalat Ashar berjamaah) di Pelataran Makam Guru Tua, Jl. Sis Al-Jufri, Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu ini, menjadi momentum penting. Tidak hanya mengenang jasa sang guru bangsa, ribuan jamaah yang hadir diajak untuk melantunkan Wirid Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Wiridul Awliya, Mawlid Simtudduror, hingga Dzikir Sammaniyah.
Melalui keteladanan yang ditunjukkan oleh figur seperti Buya MJW, umat diingatkan kembali bahwa mencintai ulama adalah cerminan dari cinta kepada Rasulullah SAW, yang pada gilirannya akan mengantarkan hamba pada ketaatan mutlak kepada Allah SWT.
Mari terus rawat persatuan, hidupkan majelis-majelis dzikir, dan warisi semangat perjuangan para ulama pendahulu demi kejirangan Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin di Bumi Tadulako.
Pewarta : Faisal







