GRAHAMERDEKA.COM. PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, langsung bergerak cepat meninjau wilayah terdampak gempa tektonik bermagnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi. Menggunakan pesawat komersial Garuda Indonesia, Gubernur tiba di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu dari Jakarta pada Rabu pagi (17/6/2026) sekitar pukul 06.00 WITA, dan langsung bertolak ke lokasi bencana.
Langkah ini diambil setelah Anwar Hafid memilih membatalkan kehadirannya sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Jakarta yang dijadwalkan berlangsung hari ini. Sedianya, ia akan memaparkan materi bertajuk “Reformulasi Desain Desentralisasi Politik: Menuju Asimetrisme dan Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif”. Namun, demi kemanusiaan dan tanggung jawab kepada warga, agenda berskala nasional tersebut ditinggalkannya.
Sebelumnya, keberadaan Gubernur di Jakarta sejak Senin (15/6/2026) adalah untuk memimpin rapat koordinasi dengan 52 pengusaha tambang mineral dan batuan. Pertemuan tersebut berhasil menyepakati komitmen dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp500 miliar guna perbaikan sejumlah ruas jalan provinsi di Morowali, Morowali Utara, dan Sigi melalui skema gotong royong.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng, gempa yang dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA kemarin, menimbulkan dampak yang cukup parah di Kabupaten Sigi.
Bencana ini dilaporkan menelan korban jiwa di Desa Ampera, Kecamatan Palolo. Sementara itu, korban luka ringan terbanyak berada di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki. Wilayah ini juga menjadi titik terdampak terbesar dengan mencakup 461 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.193 jiwa.
Secara keseluruhan, kerusakan infrastruktur dan permukiman warga tercatat cukup masif:
- Total Rumah Rusak: 466 unit (390 rusak ringan, 64 rusak sedang, dan 12 rusak berat).
- Titik Terparah: Desa Kamarora A (336 rumah) dan Desa Tongoa, Kecamatan Palolo (44 rumah).
- Fasilitas Publik: Kerusakan pada rumah ibadah (Gereja) serta sejumlah ruas jalan yang putus dan aspalnya terangkat.
Selain Palolo dan Nokilalaki, dampak gempa juga tersebar di beberapa kecamatan lain seperti Sigi Kota, Tanambulava, dan Lindu.
Sebagai bentuk empati dan respons cepat, Gubernur Anwar Hafid sejak Selasa kemarin telah menginstruksikan tim tanggap darurat gabungan terdiri dari BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Bina Marga, serta jajaran Pemkab Sigi untuk segera melakukan penanganan di wilayah terdampak (Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, dan Poso).
Saat ini, Gubernur Anwar Hafid bersama Bupati Sigi, Muhammad Rizal Intjenai, terus berada di lapangan untuk memimpin langsung proses pendataan dan memastikan pemenuhan kebutuhan logistik serta medis warga terpenuhi.
Di saat yang sama, Wakil Gubernur Sulteng, Reny Lamadjido, bertolak menuju kawasan Danau Lindu yang juga terdampak parah. Jalur darat menuju Danau Lindu tersebut harus ditempuh dengan jarak 75 hingga 100 kilometer dari Kota Palu, dengan waktu perjalanan sekitar 2,5 hingga 3,5 jam.***
Pewarta : FL







